September 25, 2022

Padabae

Media Informasi Masa Kini

Sejarah Anime Jepang Di Indonesia Yang Belum Kamu Tahu

animne

Tugas Akhir Essay Mandiri KI

Karya Ilmiah Dari Rahmat Aulia

Sastra Belanda

Anime Sebagai Budaya Populer

Budaya populer terdiri dari dua kata yakni “budaya” dan “populer”. dalam KBBI arti kata Budaya adalah (1) akal budi, (2) adat istiadat, (3) sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju), (4) sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Sedangkan kata populer memiliki arti sesuatu yang di kenal dan disukai orang banyak atau umum. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya populer adalah sesuatu yang sudah berkembang dalam masyarakat yang disukai banyak orang. Berdasarkan hal tersebut dalam kaitannya dengan budaya populer, maka salah satu yang dapat dikategorikan ke dalam budaya populer adalah Anime.

Anime atau yang biasa kita sebut kartun Jepang merupakan singkatan dari kata animation atau dalam bahasa Indonesia di sebut animasi. Kata anime sendiri lahir bukan dari orang Jepang melainkan orang Amerika lah yang mengutarakan untuk pertama kalinya. Sejarah singkat tentang anime, awalnya anime berkembang di Jepang terjadi pada tahun 1931. Dimana pada waktu itu dilakukan first experiments in animation yang dilakukan oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi dan Kitayama Seitaro. Puncak pencapaian anime sendiri ketika kemunculan serial animasi tv berjudul Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Animasi tersebut menyebar keseluruh dunia. Salah satu negara yang terkena dampaknya adalah Amerika Serikat. Acara tersebut secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perkembangan animasi di Negara tersebut. Lambat laun animasi Jepang terus berkembang dan selalu memberikan inovasi dan jalan cerita yang berbeda dan menyenangkan.

Sejarah kemunculan dan perkembangan Anime di Indonesia sendiri mulai sekitar awal tahun 1980-an ketika kemunculan format video kaset. Dalam pertelevisian, TVRI merupakan televisi pertama yang menayangkan anime. Di mulai dengan menayangkan serial anime Kum-Kum (Wanpaku Omukasi Kum Kun). Namun pada saat itu anime kalah bersaing di dalam pertelevisian Indonesia dengan animasi dari Amerika dan Eropa. Hingga kebangkitan Anime di Indonesia pada tahun 1990an. Stasiun-stasiun televisi Indonesia mulai kembali gencar menayangkan acara anime. RCTI, SCTV, dan Indosiar adalah stasiun TV yang baru beroperasi pada saat itu. Mereka lah yang gencar menayangkan anime di layarkaca seperti Saint Seiya, Sailor Moon, Dragon Ball dan Doraemon yang merupakan beberapa contoh anime yang berkembang pada saat itu.

Ciri-ciri dari anime sendiri begitu khas yaitu memasukan unsur budaya Jepang ke dalam animasi mereka. Menurut artikel yang dibuat oleh Samantha Nicole Inez Chambers dari Elon University yang berjudul Anime : From Cult Following to Pop Culture Phenomenon mengatakan bahwa memasukan unsur budaya Jepang merupakan strategi Jepang dalam menyebarkan budayanya keseluruh dunia. Secara tidak langsung anime memberikan sentuhan Jepang di setiap animasi mereka buat. Hal tersebut yang membuat anime menjadi salah satu budaya populer yang besar diseluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia.

Tokoh-tokoh pencipta Anime yang terkenal di seluruh dunia antara lain adalah Fujiko F. Fujio (Doraemon), Ozamu Tezuka (Astro Boy), Masashi Kishimoto (Naruto), Eiichiro Oda (One piece), Yoichi Takahashi (Captain Tsubasa), Satoshi Tajiri (Pokemon), Gosho Aoyama (Detective Conan), dsb. Mereka merupkan orang-orang yang berjasa dalam perkembangan anime di dunia.

Anime sangat sulit ditinggalkan oleh para penggemarnya. Karena anime diciptakan dari berbagai genre mulai dari aksi, fantasi, horror, romantika, persahabatan, sains fiksi, olahraga, dewasa, dll sehingga mereka tidak cepat bosan. Selain itu alur cerita yang dihadirkan berbeda-beda yang membuat anime sulit ditinggalkan para penggemarnya dan selalu penasaran dengan kelanjutan dari ceritanya. Para penggemar atau pecinta anime biasa disebut dengan Otaku. Penggemar anime sendiri dari berbagai macam kalangan. Mulai dari anak kecil, remaja, hingga orang tua.

Anime merupakan kesenian yang begitu bermakna menurut saya. Selain sebagai pengisi waktu luang ketika sedang bosan, anime juga memberikan pelajaran moral yang baik terutama bagi anak-anak. Seperti contoh dalam serial anime series Captain Tsubasa. Dalam anime tersebut mengajarkan kita semua dalam meraih mimpi. Selama kita yakin dan selalu berusaha pantang menyerah semuanya bisa diraih. Karakter Tsubasa yang di gambarkan memiliki sifat pantang menyerah ikut memotivasi saya dalam meraih mimpi. Kemudian dalam serial Doraemon yang menjunjung tinggi persahabatan dan memproyeksikan masa depan (visioner) itu nantinya seperti apa. Semua alat Doraemon bisa saja suatu saat nanti terjadi sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu anime ikut memberikan pengetahuan tentang kebudayaan Jepang. Dalam hal ini tentunya saya menyeleksi budaya mana yang baik dan buruk untuk saya. Sehingga saya dapat belajar dalam melihat keberagaman. Anime juga meningkatkan kreatifitas dalam berimajinasi dan memecahkan masalah (problem solving) seperti dalam serial Detective Conan dan Doraemon.

Dari semua hal yang ada diatas yang paling terpenting adalah anime membuat masa kecil saya bahagia. Seiring perkembangan zaman anime di pertelevisian Indonesia mulai tergusur dan digantikan dengan acara yang tidak mendidik seperti sinetron dan itu menyedihkan bagi saya. Oleh karena itu anime sangat penting di kehidupan saya dari dulu hingga sekarang.

 

Daftar Pustaka

Storey,John. 2010. Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra

Clements, Jonathan dan Helen McCarthy. 2006. A Guide to Japanese Animation Since 1917. Berkeley: Stone Bridge Press (E-book)

Journal online: Chambers, Samantha Nicole Inez. 2012. Anime: From Cult Following to Pop Culture Phenomenon. Elon University.pdf  www.elon.edu >academics > research (diakses pada 25 Mei 2017)

Artikel : Imanto, Teguh. (none). Budaya populer dan realitas Media. Universitas Esa Unggul http://www.esaunggul.ac.id/article/budaya-populer-dan-realitas-media/ (diakses pada 25 Mei 2017)

Artikel : Yusup, Agus Hilman. (none). Pengertian Animasi dan Jenis-jenisnya. https://www.academia.edu/8535570/Pengertian_Animasi_dan_jenis_jenisnya (diakses pada 25 Mei 2017)

http://www.izaybiografi.com/2016/03/sejarah-anime-jepang-dan-masuknya-ke.html?m=1  (diakses pada 25 Mei 2017)